PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Dapat Kunjungan Tim Monev Direktorat Pelayanan Klinis Kemenkes, Manajemen RSUD Tobelo Komitmen Beri Pelayanan Terbaik

banner 120x600

Garda Malut.id, Tobelo – Apresiasi positif patut diberikan kepada Bupati Halut, Piet Hein Babua, karena dari kunjungan di Kementerian Kesehatan RI beberapa waktu lalu, hasilnya langsung terlihat yaitu adanya kunjungan dari tim Monev Direktorat Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI di RSUD Tobelo, pada Jumat, (07/08/26).

Tim Monev Kemenkes ini dipimpin oleh Ratih Dwi Lestari S. Kep MARS dan anggota nya, Prima Ardian, S. Kep M Kep, dan drg. Sheila Silvalanda, ditambah pendamping dari Dinas Kesehatan Provinsi dan dinas Kesehatan kabupaten Halut.

Usai pemaparan materi di ruang rapat RSUD Tobelo, tim Monev kemudian melakukan monitoring di beberapa ruangan dan melihat langsung kondisi serta alat-alat yang ada di ruangan-ruangan tersebut.

Wadir Pelayanan RSUD Tobelo, dr. Doto Ray Ray, dalam perbincangan dengan sejumlah awak media memaparkan bahwa tujuan kunjungan tim Monev dari Kemenkes ini adalah untuk monitoring dan evaluasi sistem kegiatan pelayanan di RSU Tobelo, dan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi beberapa waktu lalu saat audiensi Bupati Halut, Piet Hein Babua, Kadis Kesehatan dan Direktur RSU Tobelo dengan Menteri Kesehatan di Jakarta.

“Tindak lanjut dari audiensi tersebut maka Tim Monev dari Kementerian Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi ke RSUD Tobelo dengan beberapa agenda dan tujuan, yaitu, pertama, terkait strata layanan RSUD Tobelo, kedua tentang sistem rujukan, dan ketiga, untuk pengampuan, guna peningkatan layanan yang ada, baik dari SDM, dari Alkes maupun sarana dan prasarana lainnya”, papar Doto.

Lebih lanjut, dr. Doto mengungkapkan bahwa setelah pemaparan tentang profil rumah sakit dan juga dari eksisting sistem layanan yang ada di RSUD Tobelo, Tim Monev kemudian melakukan pengecekan di lapangan, termasuk melihat sarana-sarana mulai dari layanan di IGD, layanan radiologi, penunjang, Chatlab, laboratorium, bagian-bagian unit intensif, ICU, PICU, NICU, dan juga ruang perawatan yang ada di RSUD Tobelo.

Peluang Naik Status

Hasil monitoring dari Tim Monev Kemenkes terhadap berbagai sarana dan prasarana yang ada di RSUD Tobelo, ternyata membuka peluang besar RSUD Tobelo bisa naik status menjadi Rumah Sakit Tingkat Madya.

“Setelah Tim Monev melihat sarana dan alat-alat kesehatan yang ada, dam melakukan proses dengan sistem yang ada di rumah sakit ini, bentuk sistem online dari SDM-nya maupun sistem online yang terkait alat dan sarana kesehatan yang ada di RSUD Tobelo, setelah dicocokkan, maka ada beberapa layanan yang rata-rata mampu meningkatkan layanan dari dasar menjadi madya.

Jadi dari 24 layanan yang ada di RSUD Tobelo, sebelumnya baru tiga layanan yang kategorinya madya, dengan perincian , 21 dasar, tiga madya. Setelah adanya monitoring ini, maka ternyata hasilnya ada penambahan 6 layanan dari strata layanan dasar menjadi madya. Jadi semua berjumlah 9 layanan madya yang ada di RSUD Tobelo.

Ini merupakan peningkatan layanan dan layanan-layanan ini menjadikan RSUD Tobelo bisa menjadi pusat regional rujukan yang ada di Maluku Utara, seperti dari beberapa kabupaten/kota, selain Halmahera Utara sendiri, kita menerima rujukan dari Kabupaten Morotai, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, maupun Kabupaten Halmahera Barat. Dan ada beberapa juga yang tidak tertutup kemungkinan dari Kepulauan Kisar”, ungkap dr. Doto.

Menurut dr. Doto, tercatat hasil monitoring dari Tim Monev Kemenkes, ada beberapa layanan dasar yang sudah naik ke tingkat madya yaitu pelayanan paru, pelayanan neonatus, atau pelayanan untuk bayi, pelayanan infeksi dan parasit, pelayanan hematologi, pelayanan darah, pelayanan alergi, dan pelayanan endokrin. Sedangkan pelayanan madya yang sudah ada sebelumnya ada tiga layanan, yaitu layanan gantung, layanan kesehatan ibu dan anak, dan juga layanan mata.

Terkait alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, dr. Doto memaparkan bahwa ada beberapa alat yang sudah dimiliki pada RSUD Tobelo. seperti alat mamografi, alat untuk mendeteksi kanker pada darah, pada daerah payudara, alat-alat ini belum dimaksimalkan, karena beberapa pasien yang cenderung lebih memilih untuk melakukan USG pada daerah-daerah tertentu. Karena itu alat-alat tersebut akan ditingkatkan dan dimaksimalkan

“Pada alat Cathlab untuk layanan pasien-pasien yang diintervensi, baik jantung maupun saraf, itu sudah kami lakukan. Namun karena keterbatasan SDM untuk dokter spesialis jantung dewasa, jadi kami belum bisa memaksimalkan di RSUD Tobelo. Tapi untuk pasien-pasien jantung anak sudah kami layani dengan tindakan intervensi jantung pada pasien-pasien anak.

Rencana Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

Pada prinsipnya, menurut dr. Doto, untuk layanan di RSUD Tobelo saat ini memang masih mengalami kendala yaitu keterbatasan ruang rawat, karena saat ini, pihak RSUD Tobelo juga menerima pasien-pasien yang mendapat rujukan, baik dari dalam kabupaten Halut maupun antar kabupaten di luar Halut.

Namun pihaknya akan terus berbenah untuk pengembangan RSUD ke depan dan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dimana akan dibangun Rumah Sakit yang baru dengan dukungan dari pihak PT NHM dan dengan demikian RSUD Tobelo akan menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional di Maluku Utara, sehingga perlu dilakukan strategi dan rencana ke depan untuk mengembangkan semua layanan ini juga menambah ruang-ruang perawatan yang ada serta sarana dan prasarana lainnya.

Dapat Dukungan Penuh Dari Kemenkes

Salah satu hasil monitoring dari Tim Monev Kemenkes ke RSUD Tobelo yaitu, pihak Kemenkes berkomitmen untuk selalu membimbing dan meningkatkan layanan-layanan yang ada.

“Pihak Kemenkes telah berkomitmen untuk selalu mendukung baik dari sarana-prasarana, yaitu alat-alat kesehatan yang dibutuhkan dan juga SDM nya, karena untuk mendatangkan seorang dokter spesialis untuk spesifikasi tertentu, harus juga disupport dengan alat sehingga SDM-nya ada, alatnya juga ada, dan ruang perawatannya juga ada. Ini yang mereka akan selalu men-support.

Untuk usulan rencana tahun ini akan terealisasi di 2027, ada beberapa tambahan alat kesehatan yang disupport oleh Kemenkes, dan ini sangat membantu sekali untuk pengembangan layanan-layanan ada. Karena kalau SDM-nya ada tapi alatnya tidak ada, sayang. Begitu pun sebaliknya, alatnya ada tapi SDM-nya tidak ada, juga sangat disayangkan. Jadi pusat akan selalu memberikan support dan memberikan bantuan kepada daerah, dalam hal ini RSUD Tobelo, untuk menambah layanan-layanan ada, untuk pengembangan ke depan.

Komitmen Beri Pelayanan Terbaik

Mendapat dukungan penuh dari Pemda dan juga pihak Kementerian, tak tanggung-tanggung, pihak RSUD Tobelo berkomitmen untuk berjuang dan meningkatkan status rumah sakit yang ada sekarang.

“Status RSUD Tobelo saat ini masih kategori madya. Karena itu kami berharap dengan adanya Monev ini, ada peningkatan status RSUD Tobelo menjadi utama. Karena kalau status nya utama, otomatis rujukan-rujukan yang keluar itu mungkin berkurang, karena RSUD Tobelo sudah bisa melakukan dan menangani pasien-pasien yang ada. Dan ini menjadi catatan untuk Kemenkes agar bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan yang ada di RSUD Tobelo.

Komitmen kami yaitu kami akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Halmahera Utara maupun secara keseluruhan di Maluku Utara. Karena rujukan-rujukan yang ada bukan hanya dalam Kabupaten Halmahera Utara, tapi juga antar kabupaten, sehingga masyarakat kalaupun nanti sakit, silakan datang ke RSUD Tobelo. Kami selalu siap untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk mutu, untuk kualitas, dan juga untuk keselamatan pasien. Kami akan terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat yang ada di Halmahera Utara maupun di Maluku Utara”, papar dr. Doto.

Ditambahkan lebih lanjut oleh dr. Doto bahwa di tahun 2027 nanti, pihak RSUD Tobelo akan mendapat bantuan alat-alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan yaitu untuk alat-alat layanan urologi yaitu untuk pembedahan pasien tanpa harus dibuka, tapi lewat gelombang kejut termasuk ada beberapa alat yang dibutuhkan untuk pasien ventilator pada pasien-pasien di ICU dan juga di ruang-ruang intensif lainnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *