GardaMalut.id, Halut — Di tengah cuaca yang panas dan kering saat ini, tak menyurut semangat siswa- siswi TK Gonzalo Veloso untuk terjun ke lapangan dan melakukan pembelajaran di alam pada Jumat, (02/10/26) di area kebun milik warga di belakang kawasan pemerintahan.
Dipandu langsung oleh Kepala Sekolah, Sr. Clarissa Lamida, DSY, dan beberapa Bunda pendamping, anak-anak pun diajarkan untuk mengenal buah-buahan yang ada di kebun seperti jeruk manis, buah naga, nenas dan beberapa buah lainnya.

Kepada media ini, Sr. Clarissa memaparkan bahwa tujuan kegiatan berkunjung ke kebun pertanian agar anak mengenal, memahami dan menghargai profesi petani serta keterkaitan dengan hidup sehari-hari mulai dengan pengalaman langsung dan bermakna.
Kegiatan ini juga, menurut Sr. Clarissa agar menumbuhkan cinta pada tanah air dan hasil bumi sendiri, ditanamkan kepada anak sikap tidak membuang makanan karena tahu susahnya menanam dan memelihara.
“Ada 4 aspek yang dimunculkan dalam kegiatan ini yaitu, pertama nilai agama dan budi pekerti dimana anak diajar agar mensyukuri ciptaan Tuhan, menghargai kerja keras, ketekunan dan kesabaran para petani, belajar berterimakasih kepada orang yang menyiapkan makanan dan menjaga alam dan tanaman.
Kedua, jati diri dan sosio emosional, mengenal profesi petani, tugas, ketrampilan dan manfaat bagi masyarakat, menyadari bahwa setiap pekerjaan berharga dan mulia serta menumbuhkan rasa hormat kepada orang yang bekerja.
Ketiga, bahasa dan komunikasi, memperkaya kosakata lewat pengalaman langsung dengan petani, mampu menceritakan kembali apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan.
Keempat, kognitif dan berpikir kritis, anak mengamati proses dari tanaman, memahami, mengelompokkan, menyadari hubungan tanaman butuh tanah, air, sinar matahari. Mereka menghitung sederhana jumlah banyak sedikit tanaman.
Kelima, fisik motorik, melakukan gerakan memegang buah, menyentuh, memetik.
Keenam, kreatif dan apresiasi, mengagumi pekerjaan petani.
Ketujuh, dasar literasi dan steam, mengamati hubungan sebab – akibat, mengenal lingkungan alam dan pengalaman”, papar Sr. Clarissa.

Ditambahkan lebih lanjut olehnya bahwa kegiatan ini dibutuhkan kolaborasi dengan orang tua dan keterlibatan langsung agar pendidikan tidak hanya terlaksana di sekolah saja tetapi juga pendidikan berkesinambungan dan saling terikat baik di sekolah maupun rumah.
Para orang tua murid sangat antusias dalam kegiatan ini dan sangat nampak ayah dari anak didik yang juga turut serta.
“Semoga kita semua sehat agar kegiatan lainya bisa diselesaikan. Terimakasih atas kerjasama antar orang tua dan para petani di Tobelo. Satu kata untuk para petani, hebat. Meski cuaca panas dengan curahan abu gunung namun perjuangan mereka perlu diangkat jempol.
Mereka tetap menunjukan profesi mereka yang profesional menanam dan merawat tanaman demi masyarakat terimakasih para petani. Salam dan segala yg baik”, pungkas Sr. Clarissa. (red).













