GardaMalut.id, Jogyakarta — Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, diundang Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan kuliah umum pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Turing, Gedung DF FMIPA UGM, dengan mengangkat tema “Transformasi Ketahanan Ekonomi Daerah Melalui Percepatan Hilirisasi Kelapa dan Pala serta Tata Kelola Ekspor di Kabupaten Halmahera Utara.”
Bupati Piet Hein Babua mengatakan bahwa undangan tersebut disampaikan oleh Dekan FMIPA UGM sebagai bagian dari agenda akademik yang membahas pengalaman dan strategi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui pengembangan komoditas unggulan.
Menurut Piet Babua, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus mendorong hilirisasi kelapa dan pala sebagai salah satu strategi untuk mengubah struktur ekonomi daerah, dari daerah penghasil bahan mentah menjadi daerah yang mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, industri, perdagangan hingga ekspor.
“Agenda ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah,” ujar Piet Babua.
Ia menjelaskan, langkah tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada. Selain agenda kuliah umum, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga akan melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UGM.
Piet Babua menyebut pengembangan hilirisasi kelapa di Halmahera Utara mulai menjadi perhatian dan rujukan dalam pembahasan pengembangan ekonomi berbasis komoditas daerah.
“Kini hilirisasi kelapa Kabupaten Halmahera Utara menjadi benchmark bagi daerah lain,” ucapnya.
Ia menegaskan, hilirisasi di Halmahera Utara bukan sekadar membangun industri, tetapi merupakan upaya untuk mengubah struktur ekonomi daerah secara lebih mendasar.
Kelapa dan pala, kata dia, harus mampu menjadi sumber nilai tambah, membuka lapangan kerja, menarik investasi, serta menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Halmahera Utara.
“Dengan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi dan tata kelola ekspor, Pemda Halut ingin memastikan bahwa kekayaan komoditas tidak hanya keluar sebagai bahan mentah, tetapi menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat negeri Hibualamo,” pungkas Piet Babua. (red)













