PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Ribuan Petani Kelapa Gelar Aksi Dukung Perda Hilirisasi dan Iklim Investasi

banner 120x600

GardaMalut.id, Halut – Ditengah aksi belasan massa aksi dari GMNI, di depan kantor Bupati Halut, pada Senin, (28/09/26), turun ribuan petani kelapa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Petani yang dengan lantang menegaskan bahwa mereka mendukung penuh Perda no. 02 tahun 2025.

Dipimpin oleh Korlap, Hein Radjawange, dalam penjagaan ketat puluhan anggota Polres Halut, ribuan petani ini menegaskan bahwa mereka tetap menjaga iklim investasi kelapa demi kepentingan ekonomi masyarakat Halut.

“Kami tetap mendukung Perda 02 tahun 2025 tentang Hilirisasi dan menjaga iklim investasi yang sementara tumbuh di Halut. Berbagai upaya dan kerja keras Bupati Piet Hein Babua untuk mensejahterakan masyarakat Halut lewat keterbukaan investasi kami dukung sepenuhnya.

Karena itu kami akan melawan jika ada pihak-pihak yang berusaha melawan atau memprovokasi warga dengan alasan yang tidak masuk akal”, tegas Hein

Aksi ribuan petani yang berdampingan dengan puluhan massa GMNI ini nyaris terjadi adu jotos. Massa petani mulai gerah karena seolah-olah mereka tidak diberi kesempatan untuk berbicara menyampaikan aspirasi mereka.

Beruntung kesigapan dari Ketua BP Polri Resor Halut, Jano Chriswan Mahura, Kasatpol PP, M. Kacoa, dan beberapa anggota Polres Halut berhasil melerai kedua belah pihak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Massa GMNI pun kemudian diarahkan untuk membubarkan diri dari depan gerbang kantor Bupati sehingga tidak terjadi gesekan atau adu argumen dari masing-masing Korlap.

Sejumlah ibu petani pun dengan lantang, menyuarakan bahwa mereka mendukung investasi lewat perda ini karena sangat mendukung ekonomi keluarga mereka.

Aksi dari kedua kubu ini akhirnya bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa menimbulkan gesekan yang menjurus pada aksi anarkis.

Usai aksi itu, massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Petani membacakan tuntutan mereka yaitu pertama, mendukung penuh Perda No 02 2025 tentang Hilirisasi Kelapa. Kedua, Aliansi Masyarakat Peduli Petani Kelapa tetap menjaga iklim investasi Kelapa dengan baik demi kepentingan ekonomi masyarakat Halmahera Utara, ketiga meminta Pemerintah dan DPRD konsisten mengawal Perda no 2 dan tidak terpengaruh dengan desakan-desakan pihak yang tidak memiliki kajian yang tidak tertanggung jawab, keempat, meminta Pihak kepolisian agar lebih jeli dan memproses setiap informasi hoax tentang data dan harga buah kelapa yang tidak benar karena dapat mengganggu iklim investasi kelapa di Halmahera Utara.

Sementara itu, Bupati Halut, Piet Hein Babua, yang kemudian turun menemui aksi massa ribuan petani dengan tegas menyatakan dukungan penuh terhadap perda ini dan tetap menjaga iklim investasi seperti PT.Nico, yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

“Ada cerita panjang bagaimana petani kelapa di daerah ini tak berdaya saat investor ganti investor datang dan berinvestasi namun hasilnya mengecewakan.

Karena itu, kami telah mengkaji dan menyadari bahwa Perda ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi petani kelapa sehingga iklim investasi yang telah jalan dan membawa dampak yang sangat positif bagi warga, perlu didukung”, pungkas Bupati Piet. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *