GardaMalut.id, Halut — Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Kesembuhan Ilahi yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 22 hingga 23 September 2026, di Tobelo, Halut, sukses digelar dengan khidmat dan penuh damai sejahtera.
Acara keagamaan besar yang menghadirkan pengkhotbah nasional Pdt. Risuli Lubis ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa, dihadiri oleh ribuan warga masyarakat serta jajaran Forkopimda Halut.
Selama pelaksanaan KKR, suasana ibadah berlangsung sangat sakral dan dipenuhi sukacita. Ribuan jemaat dan warga yang hadir menyaksikan dan mengalami langsung jamahan kesembuhan serta mukjizat nyata melalui kuasa Kristus.
Banyak warga yang datang dengan pergumulan sakit penyakit pulang dengan sukacita setelah didoakan dalam momentum iman tersebut. Kesuksesan besar KKR ini tidak lepas dari peran penting Pemerintah Daerah.
Salah satu Penasihat Panitia, Nofino Lobiua, SH, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi yang mendalam kepada Bupati Halut, Piet Hein Babua, beserta jajarannya yang memberikan dukungan penuh dan menjadi kunci utama acara ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Bupati Halut, Piet Hein Babua, dinilai telah membuka diri, hati, dan pikirannya secara luar biasa untuk membantu Panitia sejak tahap persiapan hingga selesainya acara.
Menurut Fino sapaan akrabnya, Bupati selaku Kepala Daerah telah berhasil membuka ruang spiritual yang sangat berarti untuk meningkatkan Iman umat di tengah berbagai tantangan zaman saat ini.
“Ini peristiwa iman yang luar biasa dimana seorang Bupati mau menerima Kristus dalam hatinya dan pemerintahannya. Selama ini Halut dicengkeram oleh kuasa kegelapan, roh kekurangan dan kemiskinan menguasai tetapi ketika seorang kepala daerah mau menyerahkan kepemimpinannya ke dalam tangan Tuhan maka daerah ini akan mengalami pemulihan”, tegas Fino.
Lanjut Fino, selama KKR berlangsung, Bupati hadir bersama-sama umat dan bersukacita dengan antusiasme yang tinggi. Kehadiran pemimpin di tengah-tengah umat ini menunjukkan kedekatan yang tulus antara kepala daerah dengan masyarakatnya dalam memuji dan menyembah Tuhan.
“Menurut kami, Bupati Piet Hein Babua, dinilai sangat memahami psikologis iman umatnya. Pemahaman yang mendalam inilah yang membuat beliau begitu antusias dan totalitas dalam mendukung jalannya KKR ini.
Kehadiran pemimpin yang peka terhadap kebutuhan spiritual seperti ini membawa atmosfer damai sejahtera yang sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat Halmahera Utara”, ujar Ketua DPRD Halut Pertama.
Lebih lanjut, Fino juga menyampaikan harapan besar agar kegiatan KKR seperti ini dapat dimasukan menjadi program pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Utara di masa-masa mendatang, karena menurutnya, integrasi pembinaan iman ke dalam program kerja daerah secara berkala sangat krusial demi menjaga keharmonisan, kedamaian, dan kemajuan mental spiritual seluruh masyarakat yang diberkati.
“Salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara ini, adalah ketika Bupati memberikan kesempatan kepada Pendeta Risuli Lubis untuk mendoakan para pejabat daerah serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Halmahera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara sadar dan penuh kerendahan hati mengakui bahwa Kabupaten Halmahera Utara akan senantiasa mendapat rahmat, perlindungan, dan berkat yang melimpah manakala pemerintah daerah yang merupakan wakil Allah di dunia berserah diri sepenuhnya kepada pimpinan dan kedaulatan Tuhan. Sikap iman dan teladan yang ditunjukkan oleh Kepala Daerah bersama Forkopimda ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Halmahera Utara, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga mental spiritual, dan keharmonisan seluruh elemen masyarakat”, ungkap Fino.
Panitia pun berharap dampak rohani dari KKR ini terus membawa berkat yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah ke depan. (red).













