GardaMalut.id, Halut — Kegiatan Panen Raya Budidaya Ikan Nila Perikanan Modern Sadakah Farm yang berlangsung di BUMDesa Toluaes, desa Soahukum, Kao Barat, Halut pada Selasa, (01/09/26), mendapat apresiasi yang sangat positif dari Pemda Halut.
Ini dibuktikan dengan hadirnya Wakil Bupati Halut, Kasman Hi Ahmad dan beberapa pimpinan OPD Pemkab Halut dalam kegiatan tersebut
Turut hadir Kepala Desa Soahukum Remer Hein Sinyiang, Kadis Kelautan dan Perikanan Halut, Victor O. Mangimbulude, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Naftali Gita, Camat Kao Barat Abihud Jawali, S.P., perwakilan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Irwan Malaka, Ketua Pemuda 4 Suku Kao Jimi Bitino, S.H., Sekretaris Suku Towiliko Fanverend Karapeo, Ipda Abrianto MP. Mintabae, S.H., Danpos Kao Barat, Serma Wiher Bira, serta pengurus BUMDes, kelompok pembudidaya ikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Soahukum Remer Hein Sinyiang menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya panen raya budidaya ikan nila tersebut dan memberikan apresiasi kepada Pemda Halut pemerintah kecamatan, PT NHM, BUMDes, kelompok pembudidaya, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi desa.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dan dunia usaha di tengah masyarakat sangat penting untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta memastikan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembangunan desa, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga seluruh masyarakat.
Ia berharap program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat terus dilanjutkan agar Desa Soahukum mampu berkembang menjadi desa yang produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan pangan yang kuat.
Sementara itu, Camat Kao Barat Abihud Jawali, S.P., dalam sambutannya menilai kegiatan panen raya merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Ia berharap pengembangan usaha melalui BUMDes dapat terus ditingkatkan dan menjadi model yang dapat dikembangkan di desa-desa lainnya.
Menurutnya, program ketahanan pangan harus dikelola secara berkelanjutan. Kegiatan tidak boleh berhenti pada satu kali panen, tetapi harus dilanjutkan dengan produksi dan panen berikutnya sehingga mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Selain sektor perikanan, pemerintah juga terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui program cetak sawah dengan luasan sekitar 1.000 hektare bersama dinas terkait.
Pengembangan sektor pangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Perwakilan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Irwan Malaka, juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan program pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes.
Menurutnya, program tersebut telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan berawal dari inisiatif pemerintah desa dengan memanfaatkan bantuan unit yang tersedia.
Setelah melihat potensi usaha yang cukup besar, PT NHM kemudian memberikan dukungan lanjutan melalui penambahan unit, penyesuaian metode, serta pembangunan sarana pendukung yang lebih memadai.
PT NHM menilai keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari dukungan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri, produktif dan berkelanjutan.
Usaha tersebut saat ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 15 hingga 20 keluarga yang terlibat dalam kegiatan.
PT NHM berharap model pemberdayaan seperti ini dapat terus dikembangkan di Desa Soahukum dan direplikasi di desa-desa lainnya, bahkan dapat diperluas ke kecamatan lain.
Selain produksi, aspek pemasaran dan diversifikasi usaha juga menjadi perhatian. Pengembangan usaha perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan benih, pakan, proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
Kemandirian dalam penyediaan pakan dan kebutuhan produksi juga menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab bersama agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.
Wakil Bupati Halut, Kasman Hi. Ahmad dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan panen raya tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan panen raya tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pembangunan, berbagai tantangan dan persoalan tentu akan selalu ada. Namun, persoalan tersebut harus dihadapi melalui komunikasi, kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak.
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok usaha dan seluruh masyarakat.
Wakil Bupati berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan sehingga berbagai program pemberdayaan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. (red).













